PM Inggris Boris Johnson Hadapi Mosi Tidak Percaya Karena Skandal ParyGate, Terancam Lengser?

JAKARTA, HOLOPIS.COM - Johnson dari Inggris akan menghadapi mosi tidak percaya atas skandal 'Partygate'

Politisi dari Partai Konservatif yang memerintah Inggris akan mengadakan mosi tidak percaya pada Perdana Menteri Boris Johnson.

Mosi tidak percaya dapat mencopot Johnson sebagai pemimpin Inggris dan kepala dari Partai Konservatif.

“Ambang batas 15 persen sudah dilewati,” kata Brady. Ia mengatakan pemungutan suara akan dilakukan secara langsung di House of Commons.

Jika Johnson kehilangan suara di antara 359 politisi konsevatif, ia akan segera digantikan.
Namun jika Johnson menang, maka ia tidak bisa menghadapi tantangan baru untuk satu tahun.

Jika mayoritas politisi konservatif, atau sekitar 180 suara terkumpul, maka Johnson dinyatakan kalah dan bisa digantikan.

Namun menurut beberapa anggota konservatif, hal tersebut akan sulit dicapai.

Skandal 'Partygate' Pesta di Kantor Dinas Saat Lockdown Covid-19

Dalam beberapa bulan belakangan, Johnson telah tersandung skandal etis, salah satu yang terbesar adalah melanggar peraturan lockdown dan menyelenggarakan pesta saal lockdown Covid-19.

Boris Johnson pun mengaku ia merasa tertegur dan akan bertanggungjawab sepenuhnya atas kesalahannya tersebut.

Namun ia menekankan bahwa ini saatnya ‘move on’ dan lebih fokus pada permasalahan ekonomi Inggris serta perang di Ukraina.

Penulis: Darin Brenda Iskarina
Trakteer Beri Apresiasi via Trakteer
🚀 Ikuti Perkembanagan Berita: Dapatkan update 10 berita pilihan redaksi di Google News dan gabung di WhatsApp Channel Holopis.com.
🌐 Tampilan Desktop / Regular