Senin, 23 Feb 2026
BREAKING
Senin, 23 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Temui DPR, Menag Yaqut Minta Tambahan Anggaran Haji Rp1,5 Triliun

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas meminta DPR untuk menambah anggaran pelaksanaan ibadah haji 2022 sebesar Rp1,5 triliun. Ia mengklaim penambahan itu untuk kebutuhan biaya operasional.

Dalam rapat bersama Komisi VII DPR, Yaqut mengaku telah mengirimkan surat kepada Ketua Komisi VIII terkait penambahan alokasi anggaran tersebut.

- Advertisement -

“Kami telah menyampaikan surat pada Ketua Komisi VIII DPR perihal usulan tambahan anggaran operasional haji reguler dan khusus tahun 2022,” kata Menag Yaqut dalam rapat dengan Komisi VIII DPR, Senin (30/5).

Adapun penambahan anggaran sebesar Rp1,5 triliun itu akan digunakan untuk biaya masyair haji reguler sebesar Rp1,4 triliun dan Rp9 miliar untuk penambahan biaya masyair Petugas Haji Daerah (PHD) dan pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

- Advertisement -

“Totalnya Rp1.518.056.480.730, yang dibebankan pada nilai manfaat keuangan haji reguler dan khusus dan Rp9.187.435.980 yang dibebankan APBD/PHD dan Pembimbing KBIHU,” ucap Yaqut.

Selain itu, penambahan anggaran itu juga akan dialokasikan untuk kebutuhan lain, seperti technical landing jemaah embarkasi Surabaya sebesar Rp25 miliar.

“Biaya technical landing jemaah embarkasi Surabaya Rp25.733.232.000,00. Ini beban nilai manfaat keuangan haji dan dana efisiensi haji,” ujar Yaqut.

Kemudian Rp19,27 miliar untuk biaya selisih kurs kontrak penerbangan, dan Rp9,32 miliar sisanya untuk operasional haji khusus.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru