Selasa, 14 Januari 2025

Densus Sebut Mahasiswa Terduga Teroris di Malang Kerap Sedekahi Keluarga Napiter

JAKARTA, HOLOPIS.COM Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar menyatakan, sampai saat ini mereka masih mendalami peran aktif mahasiswa tersangka terduga teroris inisial IA yang ditangkap di Malang, Jawa Timur.

Dari keterangan sementara, IA disebut mengumpulkan dana untuk narapidana teroris (napiter) yang masih di penjara. Selain itu, IA memang sempat berkomunikasi dengan salah satu tersangka Jamaah Ansharut Daulah (JAD) inisial MR meski pelaku tak terdaftar dalam struktural JAD.

“Posisinya IA tidak ada dalam struktural organisasi JAD untuk pendanaan. Namun penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif karena IA diketahui mengirim uang ke beberapa lembaga pengumpulan dana, yang diketahui bertujuan untuk membantu orang-orang yang suaminya atau nggota keluarganya berada di sijjin (penjara) karena kasus terorisme,” kata Aswin (27/5).

Alasan mahasiswa Universitas Brawijaya Malang itu melakukan aksinya mengumpulkan dana tersebut dianggap sebagai amal sedekah. “Pengakuannya itu amal sedekah pribadi,” imbuhnya.

Selain itu, Aswin menyebut IA diduga terlibat komunikasi dengan MR sejak 2019. Komunikasinya terkait ISIS. “Bukti yang kita dapat menunjukkan IA mulai berkomunikasi terkait ISIS dengan seorang tersangka lain (sudah ditangkap) sejak 2019,” bebernya.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menangkap satu orang mahasiswa terduga teroris berinisial IA di Malang, Jawa Timur. IA disebut aktif menyebarkan konten propaganda kelompok teroris ISIS di media sosial (medsos).

“Benar, peran IA sebagai penyebar konten propaganda kelompok teror ISIS,” kata Aswin.

IA saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Aswin mengatakan IA juga terhubung dengan teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Dia juga menjadi pengumpul dana untuk ISIS. Namun Aswin belum merinci jumlah dana yang sudah dikumpulkan.

“Yang bersangkutan juga ditemukan terhubung dengan JAD berdasarkan hasil penyidikan sebelumnya. Sedangkan terkait pendanaan, masih kita dalami,” ujarnya

Temukan kami di Google News, dan jangan lupa klik logo bintang untuk dapatkan update berita terbaru. Silakan follow juga WhatsApp Channnel untuk dapatkan 10 berita pilihan setiap hari dari tim redaksi.

Berita Lainnya

BERITA TERBARU

Viral