JAKARTA, HOLOPIS.COM Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan harus memberikan teguran keras terhadap Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo yang juga kader partai berlambang banteng gemuk dengan moncong putih dan mata merah itu, karena di provinsi tersebut angka kemiskinan mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2021.

Angka itu merujuk pada rilis lndeks Kemiskinan dan Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Jawa Tengah 2021 yang disiarkan secara live di kanal Youtube Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng.

Direktur Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, mengatakan, kinerja buruk pria berambut putih yang selama ini digadang-gadang lembaga polling sebagai figur calon presiden dengan elektabilitas yang cukup tinggi itu akan berdampak pada electoral PDIP di Jawa Tengah.

“Demi menjaga kepercayaan publik, PDIP harus memberikan teguran yang lebih keras dan diketahui publik, setidaknya itu membuat publik percaya jika PDIP memang berpihak pada warga terutama Jateng di mana basis PDIP berada,” kata Dedi Kurnia, Jumat (6/5).

Memang, diakui Dedi, angka kemiskinan di Jateng yang semakin meningkat itu semakin membuat Ganjar kesulitan untuk mendapatkan tiket capres dari PDIP. Partai yang dipimpin Megawati Sooekarnoputri itu melihat bahwa kinerja Ganjar di Jateng tidak berdampak apa-apa untuk warganya.

“PDIP sepertinya akan semakin jauh dari upaya mengusung Ganjar meskipun ia populer, dan kinerja Ganjar yang tertinggal dari kepala daerah lainnya bisa saja berdampak buruk bagi PDIP,” tuturnya.

“Ganjar memang bukan yang menonjol dalam bekerja, Jateng dengan segala akses dan fasilitas di pusat pemerintahan nasional, tetapi justru banyak daerah yang tertinggal,” pungkas Dedi.