Benarkah Mengonsumsi Tahu Bisa Merugikan Kaum Pria?

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Sebuah video TikTok yang mengatakan bahwa dengan mengonsumsi tahu dapat merugikan kaum pria mendapat banyak tanggapan dari warganet.

Pasalnya dalam video yang diunggah akun @doktergrand ini mengatakan bahwa kandungan fitoestrogen dalam tahu bisa mengurangi kadar maskulinitas pada pria. Tentunya hal ini menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat penikmat tahu.

Fitoestrogen adalah sekelompok senyawa alami yang berasal dari beragam makanan nabati, terutama kedelai. Senyawa ini disebut fitoestrogen (phytoestrogen) karena struktur kimianya mirip estrogen. Estrogen adalah hormon seks wanita, sedangkan awalan “phyto” bermakna tumbuhan.

Lalu, apakah benar teralu banyak mengonsumsi tahu dapat menekan hormon testosteron sehingga bisa menyebabkan malefeminim atau cowok ngondek/kemayu?

Meski mirip estrogen, fitoestrogen umumnya memiliki karakteristik yang lebih lemah dalam membentuk estrogen dibandingkan dengan hormon estrogen alami. Komponen ini dapat dengan mudah ditemukan pada makanan sehari-hari.

Sebagian besar penelitian justru menunjukkan bahwa fitoestrogen dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Akan tetapi, ada pula beberapa studi yang menunjukkan bahwa asupan isoflavon (senyawa fitoestrogen yang ditemukan pada kacang-kacangan) yang tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan dalam kondisi tertentu.

- Advertisement -

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen fitoestrogen dapat memberikan manfaat kesehatan, di antaranya:

  1. Membantu menurunkan tekanan darah.
  2. Peningkatan kontrol gula darah.
  3. Menurunkan kadar kolesterol.
  4. Mengurangi peradangan.
  5. Berpotensi mengurangi risiko kanker kanker usus dan kanker prostat.

Namun, Anda juga perlu mempertimbangkan beberapa risiko yang dapat terjadi akibat asupan tinggi fitoestrogen yang terdapat pada obat-obatan karena konsentrat dosisnya tinggi sehingga dapat mengganggu keseimbangan hormon tubuh. Bahkan, fitoestrogen diklasifikasikan sebagai pengganggu endokrin. Akan tetapi, suplemen fitoestrogen tampaknya tidak memiliki efek samping yang serius.

“Kalau kebanyakan tempe dan tahu tidak apa-apa. Secara alami tempe nggak ada masalah. Sedangkan obat-obatan itu, ada konsentrat di dalamnya dan dosisinya tinggi,” ujar Ahli urologi Rumah Sakit Mount Alvernia Singapura, dr. Tan Hun Hoe.

Fakta lain yang harus dipertimbangkan adalah belum adanya bukti kuat atau hasil penelitian yang menghubungkan asupan fitoestrogen tinggi dengan masalah kesuburan pada manusia.

Untuk mendukung hal ini, analisis dari 15 studi menyimpulkan bahwa isoflavon pada kedelai, baik dalam makanan atau suplemen, tidak mengubah kadar testosteron pada pria. Dengan kata lain, isoflavon, kelompok umum fitoestrogen, tampaknya tidak menyebabkan masalah kesuburan pada pria.

Jadi, Sobat Holopis, kesimpulannya, tidak ada bukti kuat yang membuktikan bahwa mengonsumsi tahu dapat mengakibatkan malefeminim. Fitoestrogen baru menimbulkan efek samping penahan hormon testosteron jika dikonsumsi dalam bentuk obat dengan dosis dan konsentrat yang tinggi.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Fisca Dwi Astuti
Fisca Dwi Astuti
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU