Psikolog: Pendekatan Komunitas Sangat Diperlukan Untuk Bangun Ketahanan Masyarakat Selama Pandemi Covid-19
JAKARTA, HOLOPIS.COM - Pendekatan komunitas dalam membangun resiliensi masyarakat selama pandemi Covid-19 adalah kunci dalam memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai bagaimana mengatasi tantangan kesehatan di Indonesia di saat sulit seperti ini.
Tentu saja, dalam situasi pandemi, peran psikologi kesehatan menjadi semakin signifikan terutama dalam membangun kesehatan masyarakat secara fisik maupun mental.
Isu mengenai pengaplikasikan kesehatan psikologis selama pandemi Covid-19 tersebut dibahas dalam acara pertukaran dosen antara Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya (UJB) dari Indonesia dan Faculty of Education Thanksin University (TU) dari Thailand dalam acara bertajuk “The 1st Virtual Lecturer Exchange In Cooperation Between Jayabaya University (UJB), Faculty Of Psychology With Thaksin University Faculty (TSU) Of Education”.
“Kami memang memberikan atensi dan mengikuti perkembangan kerjasama ini yang bagi kami tentunya berdampak memperluas jaringan friends of Indonesia di wilayah kerja kami," kata Fachry Sulaiman selaku Konjen Republik Indonesia untuk Songkhla, Thailand.
Selain Konjen Republik Indonesia, Selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya, Widura Imam Mustopo yang juga menjabat Ketua Himpsi Jaya (Himpunan Psikologi Jakarta Raya) juga turut menyampaikan bahwa Pihak Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya akan terus menindaklanjuti kerjasama pendidikan bidang psikologi.
Selain peran masyarakat, informasi kesehatan yang tidak valid (hoax) juga sering menjadi masalah, seperti yang kerap kali terjadi di Indonesia.
Isu Budaya dan politik juga kerap kali dijadikan kambing hitam atas penolakan masyarakat dalam menerima fakta yang tidak mereka inginkan terkait Covid-19, sehingga kerap kali masalah kesehatan masyarakat tambah parah.
Hal tersebut terlihat dari masih banyaknya masyarakat yang percaya hoaks terkait vaksin, obat-obatan yang tidak tepat, dan juga prokes yang diabaikan.
Psikolog Universitas Jayabaya Sri Mulyani Nasution mengatakan, butuh waktu lama untuk meyakinkan publik untuk dapat menerima bahwa kondisi psikologis memiliki peran yang besar dalam kesehatan fisik seseorang.
Ia juga mengatakan, pemerintah harus lebih banyak melibatkan profesional atau ilmuan lintas bidang yang memiliki keterkaitan dengan kesehatan ketika mengambil menetapkan kebijakan publik.
“Pemerintah harus lebih banyak melibatkan profesional atau ilmuan yang bergerak dalam keahlian tertentu untuk membantu pemerintah dalam mengambil sebuah kebijakan publik," kata Sri Mulyani Nasution, saat dihubungi oleh Redaksi Holopis.com
Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-5 dunia dengan jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi terbanyak, dengan 94 juta orang Indonesia telah divaksinasi setidaknya dosis pertama.
Meski demikian, berdasarkan data yang diambil dari Bloomberg.com, Indonesia berada di peringkat lima terbawah bersama negara Asia Tenggara lainnya seperti Vietnam, Thailand, Malaysia dan Filipina, dalam daftar negara yang berhasil kembali bangkit dari keterpurukan pandemi Covid-19.