Menurut Deni Ferdian, induk dari tank T-90 MS yaitu T-90 bersaing ketat dengan Abrams. Meskipun dari segi teknologi masih di bawah tank MBT Abrams, misalnya dari segi sensor, tetapi T-90 sudah menggunakan Explosive Reactive Armour ( ERA ) untuk armo (pelindung).
ERA merupakan material yang cukup ampuh untuk meredam proyektil-proyektil dari tank lawan. MBT Abrams telah menjadi andalan pasukan lapis baja Angkatan Darat AS selama 35 tahun.
Berat T-90MS telah meningkat 1.500 kg, dibandingkan dengan induknya T-90, yaitu mencapai 48 ton, tetapi tetap jauh lebih rendah dibandingkan dengan tank tempur utama Jerman Leopard 2A6 dan American M1A2 Abrams.
T-90MS dilengkapi dengan turret (moncong utama senjata) baru dan kanon 125mm yang telah ditingkatkan. Tank ini juga dilengkapi dengan sistem kontrol senjata digital otomatis berkemampuan tinggi.
Dengan perangkat tersebut, kru tank T-90MS dapat mengidentifikasi dan menghancurkan sasaran tembak secara lebih akurat baik pada siang maupun malam hari.
Persenjataan utama meliputi meriam akurasi tinggi 2A46M-5 125mm dengan fitur baru. Sebuah senapan mesin koaksial 6P7K 7.62mm digabungkan dengan meriam 125mm.
T-90MS membawa 125mm 40 putaran, 22 yang siap untuk digunakan pada autoloader otomatis, amunisi lainnya disimpan di bagian lambung belakang khusus untuk menghindari risiko ledakan dan memberikan survivability kru yang tinggi.