Prabowo : 1000 Kawan Terlalu Sedikit 1 Lawan Terlalu Banyak
JAKARTA, HOLOPIS.COM - Banyak yang terkejut dengan keputusan Prabowo Subianto, saat dipercaya untuk menjadi Menteri Pertahanan Republik Indonesia (RI) dalam Kabinet Indonesia Maju. Alasan utama Prabowo melaksanakan kepercayaan tersebut, yakni Demi Merah Putih.
“Saya tidak punya waktu untuk sakit hati, Saya tidak punya energi untuk dendam karena hal itu tidak ada gunanya. Bagi saya yang terpenting, adalah kepentingan Bangsa, dan Rakyat. Demi Merah Putih," Ujar Prabowo.
Dibulan pertamanya menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI, Prabowo menerima kunjungan kerja banyak duta besar negara-negara sahabat yang menginginkan keberlangsungan dan peningkatan kejasama baik bilateral maupun multilateral.
Beberapa duta besar negara yang mengunjungi Kantor Kementrian Pertahanan adalah RRT, Rusia, Amerika Serikat, Jepang, Yordania, UAE, dan lain - lain. Hal tersebut pun, menjadi perhatian rakyat Indonesia.
Bahkan banyak pengamat politik menyatakan pendapat mereka bahwa popularitas Prabowo melebihi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun Prabowo membantah pendapat para pengamat politik tersebut. "Apa yang dia kerjakan adalah semata untuk membantu Presiden Jokowi," ujar Prabowo.
Tantangan Sebagai Menteri Pertahanan
Dalam menjalankan tugasnya, Prabowo juga dihadapi dengan beberapa kendala dari dalam negeri maupun luar negeri. Tantangan dari dalam negeri, ditandai dengan adanya kerusuhan di Papua.
Aksi masa di Papua yang cukup luas tersebut, sebenarnya hanya masalah kesalahpahaman sejumlah ormas terhadap beberapa pelajar Papua. Jadi, ini bukan isu rasisme apalagi diskriminasi. Namun dengan langkah senyapnya, Prabowo berhasil memadamkan kerusuhan tersebut dan kembali memberikan rasa simpati kepada penduduk Papua.
Dari luar negeri, tantangan keamanan datang dari insiden di perairan Natuna. Masuknya beberapa kapal nelayan dari China yang dikawal kapal Penjaga Pantai China, kembali memanaskan situasi di tanah air.
Sebagai menteri pertahanan, Prabowo dihadapkan pada harapan publik untuk mengambil langkah keras.Meski demikian, dengan sikapnya yang tenang namun tegas, Prabowo berhasil menghalau dan mencegah kembalinya kapal-kapal nelayan memasuki zona territorial Indonesia. Keberhasilan itu pun menunjukan “kelas” Prabowo, yang berhasil mengatasi beragam tantangan keamanan, secara matang dan solutif.
Dalam sebuah kesempatan Prabowo menyampaikan, bahwa ‘Pertahanan bukan biaya tetapi investasi’. Hal tersebut dikarenakan, pentingnya memperbaharui dan memperkuat alutsista TNI demi tegaknya kedaulatan Indonesia.
“Visi dan misi kami yang akan menjadi landasan kerja-kerja kami kedepan adalah memberikan perlindungan bagi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Kita harus mampu untuk menjaga wilayah laut, darat, dan udara sebagai wujud kedaulatan dan ketahanan kita sebagai negara." jelasnya.
"Kita tidak berniat untuk mengganggu bangsa lain manapun, tapi kita juga tidak boleh membiarkan wilayah, kepentingan, dan kekayaan kita diganggu. Bagi saya sendiri yang menganut filosof 1000 kawan terlalu sedikit, 1 lawan terlalu banyak, bersahabatlah dengan semua," pungkas Prabowo.