NewsInternasionalKini Giliran Jerman, Italia, dan Prancis Tunda Vaksin AstraZeneca

Kini Giliran Jerman, Italia, dan Prancis Tunda Vaksin AstraZeneca

Pilih pemimpin sesuai hati nurani

Jakarta, Holopis.com – Laporan efek samping vaksin AstraZeneca mengenai pembekuan darah pasca vaksinasi Covid19 ini membuat banyak negara akhirnya menunda masyarakatnya untuk mendapatkan vaksin AstraZeneca.
Kali ini Jerman, Italia, dan Prancis memutuskan untuk menangguhkan sementara penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca. Ini setelah beberapa laporan yang berkembang mengenai efek samping vaksin itu.
Dikutip Reuters, keputusan tiga negara besar Eropa itu diambil setelah laporan pembekuan darah pasca vaksinasi di beberapa negara. Mereka berdalih, setiap laporan seharusnya ditindaklanjuti dan selama proses pemeriksaan, vaksin harus ditangguhkan.
“Ini adalah keputusan profesional, bukan politik,” kata Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn, seraya menambahkan bahwa dia mengikuti rekomendasi dari Institut Paul Ehrlich, regulator vaksin Jerman, Senin (15/3/2021).
Sementara itu, Prancis mengatakan pihaknya menangguhkan penggunaan vaksin sambil menunggu penilaian oleh Otoritas Medis Eropa (EMA). Namun jika EMA memberi lampu hijau, vaksinasi akan segera dilakukan.
“Keputusan yang diambil, sesuai juga dengan kebijakan Eropa kami, adalah untuk menangguhkan. Karena ini tindakan pencegahan,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Italia pun berkomentar senada dengan Prancis. Negara itu menekankan keputusan ini sebagai  tindakan pencegahan dan sementara.
“EMA akan segera bertemu untuk mengklarifikasi segala keraguan sehingga vaksin AstraZeneca dapat dilanjutkan dengan aman dalam kampanye vaksinasi sesegera mungkin,” kata Gianni Rezza, Direktur Jenderal Pencegahan di Kementerian Kesehatan Italia.(tri)

Temukan juga berita-berita kami di Google News.

Dan kamu juga bisa mendapatkan update berita menarik dari saluran WhatsApp setiap harinya.

Konten berbayar ini dibuat dan disajikan oleh Pengiklan. Holopis.com tidak terlibat di dalam pembuatan konten ini.